escort kadiköy kurtköy escort bostancı escort
Webinar Internasional “Langkah Diplomasi Indonesia Dalam Upaya Pemulihan Ekonomi Paska Pandemi Covid-19”

Bandung – Pada hari Selasa 02 Februari 2021, Program Studi Ilmu Hubungan Internasional FISIP UNIKOM menyelenggarakan webinar internasional yang bertajuk ” Langkah Diplomasi Indonesia Dalam Upaya Pemulihan Ekonomi Paska Pandemi Covid-19″. Kegiatan webinar ini menghadirkan narasumber yaitu 

1.Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Republik Korea, H.E.Drs.Umar Hadi, MA
2. Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Republik Arab Mesir, H.E Drs.Lutfi Rauf, M.A.
3.Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk RepublikAustria, Merangkap Slovenia dan Perwakilan PBB di Wina, Austria H.E Dr.Darmansjah Djumala, S.E.,M.A


Kegiatan berlangsung pada pukul 13.00 – 16.00 WIB melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini dihadiri +/- 500 peserta dari dalam negeri dan luar negeri yang terdiri dari mahasiswa, instansi pemerintah, swasta, akademisi dan umum.
Bertindak selaku Ketua Pelaksana sekaligus Guru Besar Hubungan Internasional UNIKOM Prof.Dr.Hj.Aelina Surya ,Dra mengawali sambutan pembukaan acara.Dalam sambutannya Prof.Aelina Surya menyampaikan bahwa kegiatan webinar ini bertujuan untuk mengedukasi seluruh masyarakat mengenai perkembangan ekonomi global dan peran diplomasi paska pandemi covid-19 oleh para praktisi.


Pembukaan acara secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Prof.Dr.Ir.Eddy Soeryanto Soegoto, MT. Dalam sambutannya Rektor mengapresiasi kepada ketiga Duta Besar yang telah berkenan menjadi narasumber dalam kegiatan webinar internasional ini, diharapkan sharing informasi dan pengalaman dari para Duta Besar yang saat ini berada di negara negara di Kawasan Eropa, Asia dan Afrika dapat memberikan input kepada pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi masalah ekonomi ditengah pandemi covid-19 sehingga diharapkan dapat diambil langkah-langkah untuk perbaikan kedepannya.


Pada sesi Webinar, Acara dipandu oleh moderator Andrias Darmayadi, Ph.D yang merupakan dosen program studi Ilmu Hubungan Internasional FISIP UNIKOM dan juga menjabat sebagai Direktur Kemahasiswaan UNIKOM.

Pada sesi pertama webinar, Duta Besar LBBP RI H.E Umar Hadi, MA memaparkan presentasi secara live melalui KBRI Seoul, Korea Selatan mengenai situasi terkini pandemi covid-19 di Korea Selatan dan bagaimana upaya yang dilakukan oleh Pemerintah setempat.Faktor siap siaga Korea Selatan dalam menangani covid-19 yaitu peraturan dengan fasilitas kesehatan yang mendukung, koherensi kebijakan dan konsistensi dan kejelasan penanganan pandemi, partisipasi publik yang dilandasi kepercayaan publik.Dubes Umar Hadi juga memaparkan mengenai upaya-upaya diplomasi Indonesia di Korea Selatan.Adapun TOP 5 langkah diplomasi KBRI Seoul diantaranya di dalam bidang Industri Kesehatan, Industri 4.0, Ekonomi Kreatif, Renewable Energy dan Transformasi, keselamatan, kesehatan, keamanan, Transformasi hijau dan Transformasi digital.Duta Besar LBBP RI HE.Drs.Lutfi Rauf melalui KBRI Kairo berkesempatan memaparkan materi pada sesi kedua mengenai Diplomasi Indonesia di Mesir dan Afrika. Afrika adalah wilayah yang sangat penting untuk mengembangkan hubungan diplomatis. Afrika mempunyai potensi sumber daya manusia sekitar 1.3 miliar serta kekayaan sumber daya alamnya.Total kasus pandemi di Afrika terhitung 3.454.655. Sementara dampak pandemi ini sendiri terhadap ekonomi Afrika ialah resesi, Aktifitas ekonomi yang menurun, 40 juta orang terancam kemiskinan ekstrim.Dibalik itu tidak semua negara di Afrika tidak mengalami penurunan ini, seperti Mesir yang memiliki perkembangan ekonomi nya positif.Total perdagangan Indonesia dengan kawasan Afrika sekitar USD 7.5 Milyar dengan nilai ekspor indonesia sebesar USD 4.07 Miliyar. Sementara hubungan perdagangan RI – Mesir memiliki total jumlah perdagangan sebesar lebih dari USD 1 Milyar, Indonesia surplus lebih dari 800 juta USD dalam beberapa tahun terakhir.

Dubes LBBP RI Darmansjah Djumala memaparkan presentasi mengenai situasi pandemi di Eropa.Serangkaian rekomendasi dan sttategi pemerintah negara negara di Eropa seperti penerapan social distancing, fasilitas kesehatan serta joint action untuk pengadaan vaksin bagi seluruh warga Uni Eropa.Situasi pandemi di Austria, pendeteksian kasus pertama ada di wilayah Tirol, jumlah kasus positif 408.373, dan telah menerapkan 3 kali lockdown. Prioritas diplomasi RI di masa pandemi ialah mendukung pemulihan ekonomi dan pembangunan. Lalu upaya dari KBRI Wina untuk menjaga hubungan diplomasi adalah dengan menandatangani kerjasama pengadaan vaksin dan pendidikan dengan ICL (Imperial College London). Indonesia juga aktif dalam pertemuan intersesi virtual dalam rangka percepatan penyelesaian IEU CEPA untuk liberalisasi.Hasil dari diplomasi ekonomi KBRI Wina yaitu Indonesia berhasil mendapatkan bantuan beberapa alat dari IAEA untuk disalurkan ke beberapa rumah sakit di indonesia, alatnya seperti alat rapid test dan zat kimia untuk penanganan covid-19.Di UNIDO indonesia terpilih sebagai presiden pada pertemuan sesi ke 48, anggota PBC periode 2019-2021 dan anggota IDB periode 2019-2023. Pemerintah indonesia dalam UNIDO menekankan percepatan making indonesia 4.0.Selama pandemi promosi wisata ke Indonesia tidak berhenti di Austria dengan melakukan promosi iklan Wonderful Indonesia di Tram/Kereta di Wina.Tantangan diplomasi ekonomi di masa pandemi menurut Dubes Darmansjah Djumala yaitu pandemi menyebabkan disrupsi dalam global supply chain, sejak perang dagang dan pandemi, perdagangan antara Tiongkok dan Amerika menurun signifikan. Amerika berganti pasar impor dari Vietnam, Taiwan, Thailand dan India, namun jumlah ekspor dari Indonesia ke Amerika malah menurun. Sebanyak 50 perusahaan asing merelokasi pabriknya dari Tiongkok menuju beberapa negara selain Indonesia, sementara indonesia hanya menerima 2 relokasi. Hal ini adalah message in disguise dimana indonesia harus menarik investor dari luar negeri untuk mengatasi kondisi pandemi.


Antusiasme peserta webinar dalam kegiatan webinar ini sangat tinggi, hal ini terbukti pada saat sesi tanya jawab, terdapat puluhan penanya mengajukan pertanyaan kepada Narasumber baik melalui chat box dan pertanyaan secara langsung melalui Zoom yang dipandu oleh moderator
Pada akhir sesi acara Dekan FISIP UNIKOM Assoc.Prof.Dr.Lilis Puspiwati, SE.,M.Si, Ak.CA mewakili Rektor UNIKOM memberikan kata penutup dan menghaturkan terima kasih kepada narasumber dan berharap kerjasama antara UNIKOM dan KBRI Seoul, KBRI Kairo dan KBRI Wina dapat dilanjutkan dimasa mendatang.Acara ditutup dengan kegiatan foto bersama secara virtual.

  • Polls
    Sorry, there are no polls available at the moment.
  • About Author
    admin